Kegiatan Penanaman Perdana Padi Organik Metode ‘SRI’ Di Subak Getih Dan Subak Juwuk, Desa Sudaji, Sawan, Buleleng

Gersodasinusantara.id | Gerakan Sosial Dadia Terintegrasi (Gersodasi) bersama praktisi Pertanian I.B Arsana (Gusde) melakukan giat penanaman padi organik dengan metode SRI (System of Rice Intensification)di desa Sudaji Buleleng Bali tepatnya di Subak Juwuk dan Subak getih pada hari Jumat (2/2/2024)
Gersodasi yang diketuai oleh Ir. Ketut Sugihantara., MSA bersama pihak-pihak terkait berkomitmen membangun kawasan pertanian Padi Organik di Desa Sudaji, sehingga pola pertanian yang biasa lebih didominasi dengan pertanian-pertanian non organik kini dapat menjadi organik. Hal ini sejalan dengan diturunkannya kebijakan strategis pemerintah Provinsi Bali oleh Bapak Gubernur Wayan Koster, Pergub Bali Nomor 15 tentang tata kelola pertanian organik.
Gol dari pertanian ini adalah bagaimana di samping menghasilkan padi yang sangat baik bermutu dan berkualitas berbasis organik, tentu ini akan merawat kebhinekaan tentang bagaimana merawat bumi pertiwi, pemberdayaan terhadap potensi semeton yang ada di wilayah subak dan desa yang ada di Sudaji bisa berkolaborasi, bersinergi dan memberi nilai-nilai tambah dari pola-pola baru yang dilaksanakan dari tahapan persiapan pelaksanaan hingga panen.


Praktisi pertanian organik, I.B Arsana (Gusde) memperkenalkan budidaya Padi yang saat ramah lingkungan berkelanjutan menuju ke pertanian yang organik di lahan yang seluas hampir 1 hektar. “Dimulai sejak dari 2 bulan yang lalu kami terus melakukan proses pembenahan tanah di
mana sebelumnya tanah sangat asam yang bercirikan tanah ketika saat kering, retak dan keras hingga saat ini menjadi tanah yang sehat berwarna cokelat kehitaman, yang ditandai dengan mulai bermunculan cacing tanah, kata Gusde
“Menanam padi dengan metode SRI organik kita lihat bahwa tanam benih padinya tunggal jadi satu lubang satu, jadi jika dilihat di sini seolah-olah tidak menanam padi, tidak kelihatan benihnya yang ditanam”, kata Gusde menambahkan.
“Kita tanam benih padi 12, 13 atau bahkan 14 HSS, maksimalnya 15 HSS (Hari Setelah Semai) kita sudah tanam, karena metode SRI itu adalah tanam benih muda, memang sebelum melakukan sesuatu harus dengan planning yang baik dan sempurna”, Pungkas Gusde.

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *