Sekilas Makna Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan adalah perayaan penting dalam kalender agama Hindu di Bali, Indonesia. Ini adalah hari di mana roh leluhur diyakini kembali ke alam spiritual setelah mengunjungi dunia manusia selama perayaan Galungan. Berikut adalah penjelasan singkat tentang Hari Raya Kuningan di Bali:

Hari Raya Kuningan terjadi sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan. Pada hari ini, umat Hindu Bali melakukan upacara dan ritual di rumah masing-masing untuk menghormati roh leluhur yang telah kembali ke alam spiritual. Salah satu tindakan penting adalah memberikan persembahan, yang mencakup makanan, bunga, dan sesaji lainnya, di pelataran rumah atau di pura (tempat ibadah).

Warna kuning memainkan peran penting dalam perayaan ini. “Kuningan” dalam bahasa Bali berarti “kuning,” dan ini merujuk pada waktu ketika roh leluhur pergi kembali ke alam spiritual. Oleh karena itu, pada Hari Raya Kuningan, orang Bali mengenakan pakaian kuning dan menggunakan hiasan kuningan untuk memberikan penghormatan khusus kepada leluhur.

Selain itu, seperti dalam banyak perayaan Hindu, kebersihan dan keharmonisan juga menjadi fokus penting selama Hari Raya Kuningan. Rumah dan tempat-tempat suci dibersihkan dan dihiasi dengan indah sebagai tanda persiapan menyambut kedatangan leluhur.

Hari Raya Kuningan adalah perayaan spiritual yang dijalani dengan penuh penghormatan dan rasa syukur kepada leluhur dan Hyang Widhi Wasa. Ini mencerminkan hubungan mendalam antara manusia, leluhur, dan alam semesta dalam tradisi agama Hindu Bali. 

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *